Pemuda ini sangat membuatku ingin mendaratkan telapak tanganku di mukanya yang tak seberapa itu. Ah ya! Nafasku sekarang sedang sedikit bau, aku belum makan atau minum apapun. Aku menyemburkan nafasku di wajahnya. Rasanya menyenangkan sekali, tapi tiba-tiba aku merinding. Semua gadis yang daritadi jingkrak-jikrak dan berteriak berhenti beraktifitas dan menatap kearahku. Entah kenapa rasanya asap hitam keluar secara intensif dari tubuh mereka. Pemuda ini malah tertawa! Dia tertawa! Apa dia terlalu idiot sampai bisa tertawa seperti itu? Ketika seorang gadis yang terganggu olehnya menyembur wajahnya? Aku tak boleh melewatkan spesies idiot baru seperti ini.
Klik
Ah , sungguh idiot yang langka. Mungkin mentalnya sedang terganggu. Kenapa dia berhenti tertawa? Tapi, sekarang aku mendapatkan fotonya. Aku harus pergi. Ketenanganku terganggu. Aku harus lebih banyak mengobservasi berbagai jenis idiot agar aku bisa menciptakan hal baru untuk menghindari mereka.
Aku sudah dekat gerbang taman ketika pemuda itu mendatangiku, menarik lenganku, dan menggeretku untuk kembali ke taman. Sungguh membuatku kesal. Aku mengepalkan tanganku dan menghantam jidatnya. Dia pingsan, aku merasa kejam. Sekali lagi aku merinding, asap hitam mendekatiku, jauh di belakangku ada gadis-gadis make-up tebal itu, menatapku. Baiklah, aku akan urus orang ini, kataku pada mereka. Ya, aku membawa pemuda itu kerumahku.
Ya, aku telah menaklukkan gadis kutubuku ini. Indahnya..... Aku memang heb--ffuuh--at. Yang barusan apa? Dia meludahiku? Ah tidak, nafasnya agak asam dan hanya sedikit air yang keluar. Dia mencoba mengusirku dengan nafas yang dia pikir bau? Hahahahaha! Gadis ini menggelikan, aku sungguh tak tahan. Dia bahkan membuat semua gadis bodoh disini diam. Tindakannya sungguh diluar dugaan. Hahahahahahaha! Aku tak bisa berhenti tertawa dan dia tetap dengan wajah tak berubah, merogoh sesuatu dan memotretku memakai telpon genggamnya. Hahahaha! Hahaha... Hahaha? Hahapa tadi dia memotretku? Dia benar-benar tertarik padaku, ya aku tau pasti itu terjadi. Kenapa dia pergi? Aku harus mengejarnya. Jangan sampai dia meraih gerbang taman ini, gadisn ini sungguh hiburan tak terduga. Langka! Aku mendapatkan lengannya dan kutarik dia kembali. Ada kepalan tangan datang kearahku. Semua gelap...
Bersambung
Klik
Ah , sungguh idiot yang langka. Mungkin mentalnya sedang terganggu. Kenapa dia berhenti tertawa? Tapi, sekarang aku mendapatkan fotonya. Aku harus pergi. Ketenanganku terganggu. Aku harus lebih banyak mengobservasi berbagai jenis idiot agar aku bisa menciptakan hal baru untuk menghindari mereka.
Aku sudah dekat gerbang taman ketika pemuda itu mendatangiku, menarik lenganku, dan menggeretku untuk kembali ke taman. Sungguh membuatku kesal. Aku mengepalkan tanganku dan menghantam jidatnya. Dia pingsan, aku merasa kejam. Sekali lagi aku merinding, asap hitam mendekatiku, jauh di belakangku ada gadis-gadis make-up tebal itu, menatapku. Baiklah, aku akan urus orang ini, kataku pada mereka. Ya, aku membawa pemuda itu kerumahku.
Ya, aku telah menaklukkan gadis kutubuku ini. Indahnya..... Aku memang heb--ffuuh--at. Yang barusan apa? Dia meludahiku? Ah tidak, nafasnya agak asam dan hanya sedikit air yang keluar. Dia mencoba mengusirku dengan nafas yang dia pikir bau? Hahahahaha! Gadis ini menggelikan, aku sungguh tak tahan. Dia bahkan membuat semua gadis bodoh disini diam. Tindakannya sungguh diluar dugaan. Hahahahahahaha! Aku tak bisa berhenti tertawa dan dia tetap dengan wajah tak berubah, merogoh sesuatu dan memotretku memakai telpon genggamnya. Hahahaha! Hahaha... Hahaha? Hahapa tadi dia memotretku? Dia benar-benar tertarik padaku, ya aku tau pasti itu terjadi. Kenapa dia pergi? Aku harus mengejarnya. Jangan sampai dia meraih gerbang taman ini, gadisn ini sungguh hiburan tak terduga. Langka! Aku mendapatkan lengannya dan kutarik dia kembali. Ada kepalan tangan datang kearahku. Semua gelap...
Bersambung

0 comments:
Post a Comment