December 23, 2012

NAMA



Nama, semua orang memiliki hal kecil dengan banyak pengaruh itu. Hanya dengan nama kita dapat mengenali ‘unknown thing’. Banyak nama-nama di dunia ini, setiap nama punya arti. Setiap nama adalah do’a, setiap nama punya asal dan usul.
Namaku adalah Fitriah Tasykirah, sebut saja Fitriah. Aku lahir ketika orang-orang bersuka cita menyambut hari kemenangan, ya Hari Raya Idul Fitri 1414 Hijriah merupakan hari lahirku. 14 Maret 1994 atau 1 Syawal 1414.
Kembali lagi ke filosofi nama. Setiap keturunan makhluk tentu punya nama, entah itu pemberian sejak lahir atau pemberian sejak ditemukan oleh human being. Sejak abad sebelum masehi, diberbagai belahan dunia, di setiap sudut desa, semuanya punya nama. Itu bukan apa-apa sebenarnya, nama dipakai untuk mengenali dan membedakan satu hal terhadap hal lainnya. Pembaca yang ceria dan berbahagia pasti punya nama, dan mulai sekarang coba teliti nama anda. Apa arti nama anda? Adakah orang lain yang juga memiliki nama yang sama? 

Nama saya adalah.......

December 01, 2012

Cerita Anak Kampus



Well. Hello para pembaca setia (nyadar sih kalo seandainya juga gaada). Begini, aku sekarang udah jadi mahasiswi loh. Kalo tiap pergi ditanya mau kemana , jawabannya keren banget! “Ngampus”

Aku adalah mahasiswi FKIP Bahasa Inggris Universitas Sriwijaya, dan aku cukup bahagia. Eh iya sekedar berbagi pengalaman ya… Akhir-akhir ini jalur indah yang kami (mahasiswa/I Unsri) sering lewati macet loh. Dan tau gak siapa yang paling menderita? Si empunya (maaf) pantat. Duduk di dalem bus selama tigajam itu menguras kebahagiaan. Bahkan lebih terkuras kalo dibandingin sama kedatangan Dementor yang katanya membuat semua kebahagiaan hilang. DUDUK SELAMA 3 JAM DI BIS LAYO ITU LEBIH MENGURAS KEBAHAGIAAN.
Tapi, kalo aku sih dibawa enjoy ajah. Dengerin music sambil merem paling efektif buat menghabiskan waktu di sela-sela kemacetan yang mempesona (baca: membahayakan). Tapi aku sering gatau juga sih apakah saat aku jafi penumpang itu keadaan jalan seperti apa, tidur sih soalnya. Jalur harian kami (mahasiswa/I Unsri) adalah jalur dimana truk dan bus antar provinsi antar kota melintas. Tak jarang kecelakaan sering terjadi, sesopir (sopir-sopir) mobil gede itu semua saling berlomba mendahului mobil gede di depannya yang dianggap mengganggu kecepatan dalam memenuhi waktu yang seharusnya mesti bijak digunakan. Yah, bus LAYO pun demikian. Pertama jadi penumpang adalah saat-saat menegangkan, jantung jadi korban, bayangan bus bakal miring dan terguling kemudian menggelinding mesti kepikiran tiap kali pak sopir pengendara bus layo “memotong” truk atau puso yang ada didepannya.

Disaat itulah, ketika bus yang aku naiki hampir menyerempet truk lain di jalur kanan, Allah  Allah Allah rasanya itu kayak bus yang kita naikin hampir tabrakan. Rasanya itu menegangkan, kayak kita hampir jadi korban kecelakaan di jalur perbatasan kota. RASANYA ITU…..

Oke, cerita soal yang lain yuk huahuhauhuahauaha. Begini, aku pengin banget dapet beasiswa, aku berusaha, aku mencoba, dan aku harus bisa. Harapanku sih, predikat mahasiswa berprestasi bisa melekat dalem diri aku. Aku tau , aku pinter kok (er…) tapi aku gak boleh sombong. Aku tau aku hebat, tapi sekali lagi aku gak boleh sombong. Gimana sih rasanya jadi mahasiswa yang aktif berorganisasi? Menyenangkan? Melelahkan? Indah kah? Aku gatau. Tapi, aku punya kesempatan untuk mencoba!

Banyak kegiatan kemahasiswaan yang pengin aku ikuti, tapi nasihat orangtua sih “FOKUS”. Aku dilemma , antara jadi pribadi yang diterima dalam masyarakat atau mendapat beasiswa ,lulus dengan predikat cumlaude dan cepet dapet PEKERJAAN. Nah, hal terakhir itu juga sumber dilemma.

JADI APA YANG HARUS AKU LAKUKAN???????


zap

October 23, 2012

Habis Unsri Barulah Oxford

Oxford

Merupakan tempat dimana saya meneruskan studi Master Bahasa Inggris saya, pada tahun 2016 mendatang. A University that I really want to go to. It's my destination of Master Education. 

 

Guess what. I've had that dream since I was a middle schooler. Even I didn't have idea about what Oxford is, I still keep that dream inside me. It's exploded when I heard a motivator said that we shouldn't keep our dream, we should hang that dream as high as it can be hung. I've ever thought that Oxford is really impossible for me, since my parents can't afford to send me with that kind of high financial. My only hope is the scholarship.

 

My choice is started when I chose my next education, what major I would be accepted. After graduating from Senior High, every ex-student tries to choose University, state university. There are so many choice, and you cant even tell each of them since it's countable but in this case it can be called uncountable. Confusing? Nah, a collegian won't be confused by that simple kind of thing. For me my self and I, it's the hardest time. Deciding at what major you will be good is the hardest matter. First, because of collateral relative , I have ever chosen architecture as my first choice. I always wonder why the kids around always have that general dreams, being doctor, policeman, or teacher. I don't know why but this is fact. I never intended to have that dream. My childhood dream is to be an architect, I don't know whether it's general dream or not, I had it when I was an elementary school student.
Second, Being a collegian of STAN. My parents motivated me to study in STAN since it's not using  high level of financial. Also, you are automatically a civil servant if you pass the entrance test of STAN ,so it's easy to grab any salary since you've been judged as a civil servant. It's all about finding JOB and HELPING MY BELOVED PARENTS. I don't wanna waste their money and their time. I know it's a child responsibility to make her parents happy with every thing she has got. I just wanna make my parents happy and be proud of me. I want them to say that I am their pride. Oh, I'm about to cry.

Kehidupan Varsity Unsri dan 2FM



Halo, udah lama ga ngepos nih. Gue sibuk sih, zaman peralihan dari sekolah ke kuliah. Alhamdulillah gue masuk ptn Unsri fkip bahasa inggris. Kehidupan Universitas itu sebenernya simpel sih, tapi tergantung kitanya juga. Eh gue seneng banget tauk, jadi mahasiswa Bahasa Inggris yang nanti bisa terbang menginternasional.
Awalnya sih gue milih arsitektur, tapi tentor gue di bimbel bilang antara bahasa inggris sama arsitektur bagusan buat gue milih bahasa inggris. Kenapa? Secara kan ya, gue cewe dan arsitek itu kebanyakan cowok. Gue pikir keren kali ya jadi arsitek , itu mimpi gue sejak kecil. Jadi ARSITEK, pertama gue suka ngegambar tapi hambatannya gue suka lemah lutut kalo ngerjain matematika. Tentor gue bilang, gue lebih bagus masuk FKIP. Gue asik aja soal bahasa inggrisnya , secara kan itu pelajaran paporit gue. Lagian basic di bahasa inggris udah gue punya, tinggal menjalani strategi buat ngerebut satu bangku di FKIP jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Yang bikin gue agak nyesel masuk FKIP itu adalah prospek kerjanya, GURU. Gue sih menetapkan target, minimal gue lulus nanti mesti jadi dosen Unsri. Gue ga pernah terpikir buat jadi guru. GUe gasuka jadi guru, ngajarin adek aja udah bikin gue beringasan, apalagi ngajarin anak orang yg jumlahnya bakal lebih dari duapuluh. Bisa bikin metong tauk.
Gapapa kan disini nyeritain barang lama, itu tuh pas gue tes SNMPTN. Gue kedapetan tempat di UNSRI BUKIT MAGISTER MANAJEMEN. Gaada satupun temen gue disana. Gue sendiri.
Pip pip alih sapaan pip pip
Aku punya tiga temen, dan kami menjuluki diri kami sebagai “2FM”. Kenapa 2FM? Itu artinya 2 F dan 2 M. Berikut penjabarannya:

1.       Fitriah Tasykirah
2.       Fitri Indah PS
3.       Mety Trisnawati 
4.       Mona Rezki
Udah ngerti kan kenapa 2FM? Oke, kami tergabung di sebuah tempat bimbel yang bernama MEDICA. 2FM adalah sekumpulan remaja yang punya mimpi masing-masing. Aku sendiri bermimpi buat kuliah di Unversitas Oxford, meneruskan S2 dengan gelar master di bidang bahasa Inggris. Doakan aku ya supaya bisa meraih mimpi ku itu. Rencananya sih tahun 2016 nanti aku bakal nerusin pendidikan di Oxford, dengan beasiswa penuh tentunya. Tujuan aku masuk FKIP Bahasa Inggris adalah sebagai batu loncatan, tahapan awal menuju Oxford University, intensional yang utama. Aku dan anggota 2FM yang lainnya sering berbagi cerita berbagi mimpi dan berbagi kisah. Mulai dari cerita “naksir” , mimpi buat punya usaha sendiri, dan kisah hidup yang kerap bikin kita sedih. Hahaha tiap ketemu Mona Meti dan Iin , setiap hal yang kami lihat itu pasti jadi sumber pembicaraan. Gaada yang namanya tenang atau diam atau malu kalo udah sama-sama 2FM. Sekarang satu dari 2FM udah lumayan jauh, dan susah buat kita ketemuan. Dia di asrama sih, Fitri Indah atau yang biasa kami panggil Iin lulus di Poltekkes Kebidanan (gatau ya bener apa nggak penulisannya. Maap Iin >_< ). 

Yah selama tahun pertama dia tinggal di asrama bersama teman2 seangkatannya, sedih juga sih ngebaca curhatan Iin selama beberapa minggu membunuh waktu di asrama. Dia bilang gaada televisi dan gabisa cuci mata (untuk yang satu ini mohon jangan terlalu di pedulikan). Buat Iin, semangat ya teman! Jangan pikirin penderitaannya! Pikiran nantinya bakal jadi apa. Cemungud eah qaqa u,u
Nah, buat 2M nih sekarang. Kayaknya mereka sejodoh deh. SMP sama, SMA sama, kuliah pun sama. Dua-duanya lulus di Fakultas Pertanian jurusan Agribisnis, calon entrepreneur tuh. Iya sekarang ini aku lagi cerita tentang Mona dan Mety. 

Sekian dulu BRIEF STORY tentang 2FM dan new live in varsity 
ciao

May 26, 2012

Kelulusan part2

Yaudah, aku pulang deh kerumah. Buka pese, liat hasilnya. Ternyata Aku gak LULUS

Sekali lagi, muka gue lupa kalo udah alih sapaan biasa aja. Bahkan anjing pun menghindar dari gue.
Sebelum ngambil Amplop Nasib, gue sempet sempetnya kondangan. Ngahaha. Eh itu kondangannya ke tempat artis, ada Tantowi yahya sama Helmi yahya. Berasa oon ples stupid dan dummy gitu ketika gue dateng dan duduk di kursi tamu. Gue mikir, disaat orang deg degan menunggu hasil, gue malah duduk indah berselimut dosa di atas kursi merah. Weirdo gal

Agak kawatir juga, pas kondangan makan nya seneng seneng, eh pas ngambil Amplop Nasib malah nangis indah bercucur air suci. Tragis. Ironi kehidupan

Ternyata diluar dugaan, gue biasa aja. Tanpa ekspresi, pengusir anjing putih.
Eh tadi tantowi sama si helminya nyanyi lagu 'SUWAIYA SUWAIYA'

Agak lucu. Begitulah , kisah ini berakhir. Happily ever after.
suwaiyasuwaiya
suwaiyasuwaiyasuwaiyasuwaiyasuwaiyasuwaiyasuwaiyasuwaiyasuwaiyasuwaiyasuwaiyasuwaiyasuwaiyasuwaiyasuwaiyasuwaiyasuwaiyasuwaiyasuwaiyasuwaiyasuwaiyasuwaiya

Kelulusan part1


Lulus
Senang, iya. Aku lulus sma. Terakir ngepost ceritanya tentang perpisahan. Sekarang kelulusan… Hiks… Bener bener mau pisah ya kita teman.   
eh Iya , ada fenomena terkenal, kebiasaan lama. CORAT CORET BAJU SEKOLAH

Aku sih ga suka itu ya. Heran deh, ada aja ya yang masih coret coret gitu. Tau gak sih, kalian juga yang rugi. Sayang kan bajunya , baiknya dimanfaatin deh, dikasih ke orang ya itung-itung beramal gitu oJ  . Dijual juga lebih manfaat banget, lumayan kan nambah uang jajan. ^^  

Walaupun iya itu dibilang wajar, peluapan emosi yang tak tertahankan, warna warni kehidupan, indahnya kebersamaan, kenangan buat diliat di masa depan, sekali mencoret tetap saja mencoret. Bagus kalo bisa menambah nilai seni dari baju itu, bisa dijual mahal, dilelang di depan orang orang mapan.Nilai seni tinggi. Wah..

Tapi , Intinya, baju itu tetap akan terbuang. TERBUANG. Sekali lagi TERBUANG.

Aku liat anak-anak SMA yang satu spesies sama aku bergelimpangan di pinggir jalan, baju dicoret, badan dicoret, rambut dicoret, muka pun dicoret. Jadi deh kayak monyet. Aku sih gak kebawa euphoria  dan kesiruan mereka. Aku biasa aja ,anteng ,duduk indah diatas motor bersama ayah. Padahal itu tulang duduk udah mengerenyam. Lulus sih hal wajar. Tapi harus bersyukur juga. Jangan sombong dan mikir sok pinter karna udah lulus SMA. Itu Cuma hal kecil, dude. 

Eh iya, tadi datang ke sekolah itu selain mau ketemu sama temen temen dan menantikan  Amplop Nasib, aku punya maksud lain. Mau ngeliat si ‘itu’ dan mau pamer ‘itu’. Nanti deh dobel ‘itu’ nya dikasih tau. ‘Itu’ yang kedua clue nya : ONE DIRECTION.
Agak menjijikan ya pake aku aku, semacam mau muntah gitu.

piiiiiip

Pengumuman SNMPTN Jalur Undangan juga udah keluar. Dan gue :alihsapaan:  udah ngeliat hasilnya. Pertama tama gue jalan dulu ke konter hape, mau isiin pulsa modem. Jalan sok keren gitu. SWAG STYLE. Sekali lagi gue ngeliat serombongan orang-orang oon dengan coretan yang merajalela melewati jalan yang juga lagi gue lewati. Gue geleng kepala aja deh. Orangtua mereka beliin baju buat dimanpaatin sebesar besarnya. Eh, malah di coret tak karuan. Itu belinya pake uang, dude. It’s called wasting your momma’s money. Nah setelah nyampe gue panggil itu orang dalem konter.
“Beli! Belii!”
Pelayanan dari pelayan konter itu tak memuaskan  kawan. Udah nunggu lama, harganya mahal lagi. Masa pulsa flexi yang 10ribu harganya jadi Rp12.000,00. Mikir men, mikir. Mau naik haji kaliya itu si pelayan.
To be continued

April 19, 2012

Perpisahan anak smanlavan? Yah sedikit merepotkan


Well, here we go.
Mari dimulai, UN selesai, hasilnya ditunggu dengan pakaian hentai. Perjalanaan belom selesai men. Masih jauh, saat nya bagi kita untuk opsi yg telah dituliskan. Belom tau, lulus gak? Bagus gak?
Belum diketahui.

suasananyaaaaaa , kepala semua
Aku paling takut kalo nanti nerima surat itu, bakal gimana gitu. Udah ah. Doa aja biar lulus, biar keluar dari SMAN 8 Palembang segera menjadi 'seseorang' yang berhasil, penuh prestasi, bahagia... Begitu keluar langsung jadi mahasiswa STAN. Amiin....

Eh iya , tadi aku dan semua anak kelas tiga smanlavan ples anak osis ples pak Safar, gathering dan musyawarah tentang gimana jalannya PERPISAHAN kami nanti. Katanya sih iya di hotel, tapi banyak yang disagree bout that . Aku sih oke aja, gabanyak protes, duduk anteng, jadi pendengar, yah walopun sedikit banyak berkomentar. Haha
Suasananya sih ya begitulah.. Bersama pak Safar (yg pernah punya riwayat menarik sama kelasku ,DUBELS ID) dan ibu Sri (wali kelas dubels id yg ya begitulah) . Tadi pembicaraannya agak 'hot' sih. Titik terang udah lumayan terang, eh iya ini ada potonya.


Banyak yang komplen soal masalah itu. Aku apdet ini sih biar jadi kenang kenangan aja..
Itu gambar seragam sekolahku. Bagus gak? Iya tau, kalo biasa aja yaudah gausah komentar. Duduk anteng sambil moto motoin orang itu asik. Haha, semua pada sibuk 'ngoceh' aku potoin deh. Sayang ekspresinya ga keliatan. Ada yang komplen bilang gasetuju gasetuju aja sambil ngejek gitu, ada yg semacem marah dan minta uangnya dibalikin tapi omdo aja, marah marah dibelakang , padahal gitu aja gaguna tau. Coba deh kalo brani kaya anak ipasatu itu pada maju nanya apa aja yang mereka pingin tanya walaupun ada yg gak gimana gimana, ini udah omong doang ,marah marah dibelakang, badan gede, tapi takut ngomong. Payah.

Acara perpisahan angkatan kami merepotkan, tahun tahun sebelmnya gaada yg di hotel, semua pada di gedung Ogan bersama semua warga SMANLAVAN yang ikut ngebayar. Tahunini eksklusif cuma buat anak kelas tiga, yang punya acara yang berkarya. apadeh haha

Yah buat semua anak SMA , selamat ya, satu tantangan sudah kita lewati. Masih banyak tantangan lain yang bahkan melampaui imajinasi... Inget deh, pas masih ribet ribet ngurusin snmptn jalur undangan, pas nungguin kakak kakak mahasiswa yang mau sosialisasi pas hari sabtu. Kenapa coba harus hari sabtu, aku kan gamau dan ga rela ketinggalan pelajaran Ibu Sri tercinta (red:sejarah) hohoha. Terus saat saat bersama ketika masa les dijalani. Makan bekal bareng, saling janjian buat bawa bekal, terus Tragedi Biologi dan Agama. Waah , hampir terlupakan sih.... ngahaha
Oh iya, buat Ficus Benjamina yang setia merindangkan smanlavan... Selamat jalan kawan... Kami gersang tanpamu. Keruntuhanmu, memang membuat panas tapi kami jadi lebih tersinar oleh si kuning matahari.......



April 17, 2012

Sesuatu ya bener itu sesuatu

Iya, sesuatu banget pas optik dvd drive lepiku rusak. Menjadi sesuatu dan termangu. Bener bener syit wodepak demeshol. Benerbener. How to fix it manually in home? Pake mantra REPARO?
Iya, kalo punya magic wand. Sayangnya dunia tempat tinggal saya adalah tanah air tercinta dimana para muggle penyedia kehidupan menopang ekonomi menggunakan rupiah bukan galleon. Magic wand harus didapat di suatu tempat di ufuk barat sana

Sesuatu.

Ada temen mxit bilang kalo masih garansi bisa langsung dibenerin dan gratis. Iya, gratislah yang dicari. Tapi, perlu ngirim sesuatu dulu ke kantor pusatnya, gabisa gitu aja. Harus dapet cap dari totko tempat dibelinya si lepi itu. Terus tanggal pembelian, terus terus terus harus repot. Ah demeshol.

INI GARA GARA DVD BAJAKAN. DASAR BAJAKAN. UDAH JELEK BIKIN RUSAK LAGI. DVD BAJAKANLAH YANG SALAH.
tapi..... kenapa aku mau ya beli yg bajakan? kenapa bajakan jadi pilihan? apa karna aku suka si bajak (laut) will turner?  Bukan.semua karna budget! finansial anak sma untuk sesuatu tentang hiburan sangat tidak didukung orangtua. Finansial itu hasil mingguan! itu finansial... Budget yang terbatas yah itu  memang derita anak sma kaya aku. huhu

Mari fokus ke judul dulu. Sesuatu.

Masih ujian nasional nih... Subhanallah banget kalo ngeliat soal... Kesanggupan kita sebagai seorang siswa. Belom lagi snmptn. Hadapi sajalah. Kewajiban kita , nantinya bakal dapet hak kok (apadeh)

Udah, mau belajar emteka dulu. Mencapai cita cita harus susah dulu awalnya. Akhirnya pasti bakal dipermudah. Percaya aja :)

chuuuuu :*

April 05, 2012

Persembahan manis dariku untukmu

MENUJU SATU


Ketika malam terselubung merah
Ketika pekat mengalir deras
Siluet pendar menjangkit dunia
Kesanggupan menyerogoh durja
Hempas banting menyiksa
Hening sepi gelap
Pekat malam merongrongku
Gelap bahkan berbulan
Aku , gelap
Aku ingin matahari
Yang berikan rumput toska kehidupan
Terangkan semesta bersama tekad api di dada

Aku tak mampu menuliskan nila setitik pun
Bahkan susu sebelanga jauh dari kepalan
Keindahan tak bisa dipecah dengan kemampuan berkata

Nikmati saja , jalani
yang ada , kelak baik akhirnya

Tapi, baik saja tidak memberi warna
Buruk juga harus ada
Seperti pintar dan bodoh
Seperti Membunuh dan Membela
Seperti surga dan neraka
Seperti Malaikat dan iblis
Musuh, rival, buruk hal
Tak pernah terpisah dari hidup setiap kamu
Hitam memang bukan lawan putih
Tapi, dua warna jika bercampur sesuatu pasti terjadi Tempatkan dirimu
Hitamkah? Atau putih?
Hitam, bukan berarti jahat
Putih, bukan berarti bersih
Campurankah? Abu abu?
Memilih abu abu, kesalahan besar dalam menjejak
Mampatkan hati, berteguh jiwa, solidkan mental
Masa datang harus bisa dihadapi dengan tenang
Meluluhlah pada kekerasan hati
Luruskanlah sab kepemimpinan
Ambil apa yang kau inginkan
Ambillah dan petik, berikan yang paling manis
Meski harus terjaduh diawal
Capai puncak dari kejatuhan


Diatas gatau ya apaan. Tapi Yang penting, itu tentang sebuah tujuan.... Aku ingin berkonsisten dalam mencapai tujuan masa depan dunia. STAN, akan jadi tempat awalku menjarumi kain sulam yang selama ini belum jelas bentknya..... Aku harus bisa mencapai STAN. Aku ingin memberikan orangtuaku buah yang manis dari kejatuhanku yg belum kuhadapi.... Aku harus memberi buah manis...
 
Sincerely,
Fitriah Tasykirah
Mahasiswa STAN (angkatan --)


March 28, 2012

SWAGGie heh?

Swag swag swag. heh =A=
Lagu baru jebe lumayan sih, suka aja gitu.Boyfriend

Haha. Keren lah.
Sebenernya swag tuh artinya apasih? Kalo diliat di Oxford Dictionary sih artinya semacem sombong gitu. Bener ya? Ato dengan arti lain dari street language?

Postingan kali ini gatau ya, sekedar mengisi waktu selagi menjalani Ujian Sekolah .... Oh iya, lagi coba coba buat setop maen maen mxit deh. Lagi super sibuk... mxit itu membuat orang susah konsen, bentar bentar ngecek LAST VIEW orang, bentar bentar ngegombalin orang, bentar bentar ngerum sembarangan pakek nik random, bentar bentar ngapain aja lah. Tapi, kalo ga ngebuka mxit berasa hambar gitu, jadi cepet bosen, diluapin ke twitter deh, tapi gajuga gimana gimana, mau belajar tapi males...... Penyakit lama

Nonton deh buat ngilangin bosen, SECRET GARDEN. AAAAaaaaaaa hyunbin sama hajiwon keren. Pasangan sempurna. Terus nonton Red Riding Hood, tapi kasetnya gilak. Beli lagi deh lain kali. Terus mau beli barang barang buat UN. 

UN bakal kejadian tiga minggu lagi. TIGA MINGGU
Okedeh, brb belajar biologi kimia.
DADAH

Jesse McCartney makes people think that he looks like Justin Bieber.

RATU APRAAA. Tugas Lama



Pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA)


Pada saat pertama pemerintah RIS- yang mana Dr Moh Hatta jadi Perdana Menteri tak sedikit kesulitan yang dihadapi oleh Pemerintah. Baik rongrongan dari luar, maupun dari dalam tubuh sendiri.
Pembentukan APRIS ternyata menimbulkan ketegangan-ketegangan yang mengakibatkan terjadinya serentetan pertumpahan darah Diantara kalangan TNI sendiri ada tantangan dan keengganan untuk bekerjasama dengan bekas anggota tentara Belanda, dengan KNIL, KL, KM dan sebagainya yang dilebur kedalam APRIS.
Sebaliknya dipihak KNIL ada tuntutan agar bekas kesatuannya ditetapkan sebagai alat dari Negara Bagian. Juga tantangan dari eks serdadu KNIL yang merasa was-was akan nasib mereka jika dilebur dalam tubuh APRIS bersama dengan TNI. Mereka takut kehilangan kedudukannya kalau Belanda pergi dari Indonesia.
Diantara mereka adalah gerakan apa yang mereka namakan "APRA" (Angkatan Perang Ratu Adil) dibawah pimpinan Kapten Raymond Westerling. Ya, Kapten inilah yang dengan para pengikutnya pada tahun 1947 telah membuat terror di Sulawesi Selatan yang terkenal bengis dan kejam dengan pembantaian dalam waktu singkat mencapai sekitar 40.000 korban rakyat Indonesia.
Dengan menggunakan nama "Ratu Adil" Westerling mencoba mengetahui rakyat Indonesia, seakan-akan merekalah yang "ditungggu-tunggu" rakyat sesuai dengan ramalan Joyoboyo, dan mereka pulalah yang akan memerintah Indonesia yang rakyatnya sudah lama menderita.
Ketegangan-ketegangan pun terjadi dalam pertentangan politik yang menajam antara golongan "Federalis" yang tetap ingin mempertahankan Negara Bagian terhadap golongan "Unitaris" yang menginginkan Negara Kesatuan.
Tujuan APRA sebenarnya untuk mempertahankan bentuk Federal Indonesia, oleh sebab itu beberapa Pengusaha Perkebunan dan tokoh-tokoh Belanda berdiri di belakang Westerling.
Kebrutalan APRA menjadi-jadi, karena mereka telah memberikan "ultimatum" kepada Pemerintah RIS dan Negara Pasundan, supaya mereka diakui sebagai "Tentara Pasundan" dan menolak untuk membubarkan Negara "boneka" tersebut. Sudah tentu "ultimatum" tersebut tidak digubris oleh Pemerintah RIS, yang sebagaimana diketahui Perdana Menterinya adalah Bung Hatta.
Maka pada tanggal 23 Januari 1950 pagi-pagi benar dengan diperkirakan membawahi 800 tentara KNIL, terdiri dari pelarian-pelarian pasukan payung, barisan pengawal "Stoottroepen" dan polisi Belanda dengan dilindungi oleh kendaraan berlapis baja, mereka "menyerbu" kota Bandung. Dan untuk beberapa lamanya mereka dapat "kuasai" kota Bandung.
Setiap anggota APRIS (TNI) yang mereka temui-baik itu bersenjata atau tidak ditembak mati di tempat. Perlawanan dapat dikatakan tidak ada, karena penyerbuan tersebut tidak terduga sama sekali. Pun mengingat kesatuan-kesatuan Siliwangi baru beberapa saat saja memasuki kota Bandung, setelah perdamaian terdapat sebagai hasil KMB. Staf Divisi Siliwangi yang pada hari itu hanya dijaga 15 prajurit, diserang dengan tak terduga. Seorang Perwira menengah-Letkol Lembong tewas menjadi keganasan APRA. Dalam penyerbuan APRA ini 79 anggota APRIS/TNI gugur.
Pemerintah RIS untuk memperkuat pertahanan kota Bandung mengirimkan bala bantuan antara lain dari kesatuan-kesatuan polisi dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang ketika itu sedang berada di Jakarta. Pun pada hari itu juga TNI dapat mengkonsolidasi kekuatannya, dan akhirnya gerombolan APRA dapat dipaksa mengundurkan diri kota Bandung.
Operasi penumpasan dan pengejaran gerombolan APRA ini yang sedang melakukan gerakan mundur, segera dilakukan oleh Kesatuan TNI. Dalam suatu pertempuran di daerah Pacet pada tanggal 24 Januari 1950 pasukan TNI berhasil menghancurkan sisa-sisa gerombolan APRA.
Di kota Bandung juga diadakan pembersihan dan penahanan terhadap mereka yang terlibat, termasuk beberapa tokoh Negara Pasundan. Setelah melarikan diri dari Bandung, Westerling masih ingin melanjutkan "Petualangannya" di Jakarta. Ia merencanakan gerakannya untuk menangkap semua Menteri RIS yang sedang menghadiri Sidang Kabinet dan membantainya, persis semacam apa yang pernah Westerling lakukan dulu dengan rakyat Sulawesi Selatan tetapi gerakan tersebut dapat digagalkan, dan ternyata bahwa "otaknya" adalah Sultan Hamid II, yang juga duduk di Kabinet RIS, tapi zonder portofolio.
Sultan Hamid II dapat segera ditangkap, sedangkan Westerling setelah melihat kegagalannya APRA di Bandung dan juga gagal usahanya "menangkap" para Menteri RIS dalam Sidang Kabinet RIS di Jakarta, sempat melarikan diri ke luar negeri dengan menumpang pesawat Catalina milik Angkatan Laut Belanda, dan dengan demikian berakhirlah "petualangan" Westerling untuk mengacau di Indonesia yang telah membawa korban Rakyat Indonesia beribu-ribu banyaknya, dan tak akan dilupakan oleh Bangsa Indonesia selama-lamanya. )Penulis adalah pejuang 1945)

Latar belakang

Pada bulan November 1949, dinas rahasia militer Belanda menerima laporan, bahwa Westerling telah mendirikan organisasi rahasia yang mempunyai pengikut sekitar 500.000 orang. Laporan yang diterima Inspektur Polisi Belanda J.M. Verburgh pada 8 Desember 1949 menyebutkan bahwa nama organisasi bentukan Westerling adalah "Ratu Adil Persatuan Indonesia" (RAPI) dan memiliki satuan bersenjata yang dinamakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA). Pengikutnya kebanyakan adalah mantan tentara KNIL dan yang desersi dari pasukan khusus KST/RST. Dia juga mendapat bantuan dari temannya orang Tionghoa, Chia Piet Kay, yang dikenalnya sejak berada di kota Medan.
Pada 5 Desember malam, sekitar pukul 20.00 dia menelepon Letnan Jenderal Buurman van Vreeden, Panglima Tertinggi Tentara Belanda, pengganti Letnan Jenderal Spoor. Westerling menanyakan bagaimana pendapat van Vreeden, apabila setelah penyerahan kedaulatan Westerling berencana melakukan kudeta terhadap Sukarno dan kliknya. Van Vreeden memang telah mendengar berbagai kabar, antara lain ada sekelompok militer yang akan mengganggu jalannya penyerahan kedaulatan. Juga dia telah mendengar mengenai kelompoknya Westerling.
Jenderal van Vreeden, sebagai yang harus bertanggung-jawab atas kelancaran "penyerahan kedaulatan" pada 27 Desember 1949, memperingatkan Westerling agar tidak melakukan tindakan tersebut, tapi van Vreeden tidak segera memerintahkan Westerling.penangkapan

Surat ultimatum

Pada hari Kamis tanggal 5 Januari 1950, Westerling mengirim surat kepada pemerintah RIS yang isinya adalah suatu ultimatum. Dia menuntut agar Pemerintah RIS menghargai Negara-Negara bagian, terutama Negara Pasundan serta Pemerintah RIS harus mengakui APRA sebagai tentara Pasundan. Pemerintah RIS harus memberikan jawaban positif dalm waktu 7 hari dan apabila ditolak, maka akan timbul perang besar.
Ultimatum Westerling ini tentu menimbulkan kegelisahan tidak saja di kalangan RIS, namun juga di pihak Belanda dan dr. H.M. Hirschfeld (kelahiran Jerman), Nederlandse Hoge Commissaris (Komisaris Tinggi Belanda) yang baru tiba di Indonesia. Kabinet RIS menghujani Hirschfeld dengan berbagai pertanyaan yang membuatnya menjadi sangat tidak nyaman. Menteri Dalam Negeri Belanda, Stikker menginstruksikan kepada Hirschfeld untuk menindak semua pejabat sipil dan militer Belanda yang bekerjasama dengan Westerling.
Pada 10 Januari 1950, Hatta menyampaikan kepada Hirschfeld, bahwa pihak Indonesia telah mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Westerling. Sebelum itu, ketika Lovink masih menjabat sebagai Wakil Tinggi Mahkota (WTM), dia telah menyarankan Hatta untuk mengenakan pasal exorbitante rechten terhadap Westerling. Saat itu Westerling mengunjung Sultan Hamid II di Hotel Des Indes, Jakarta. Sebelumnya, mereka pernah bertemu bulan Desember 1949. Westerling menerangkan tujuannya, dan meminta Hamid menjadi pemimpin gerakan mereka. Hamid ingin mengetahui secara rinci mengenai organisasi Westerling tersebut. Namun dia tidak memperoleh jawaban yang memuaskan dari Westerling. Pertemuan hari itu tidak membuahkan hasil apapun. Setelah itu tak jelas pertemuan berikutnya antara Westerling dengan Hamid. Dalam otobiografinya Mémoires yang terbit tahun 1952, Westerling menulis, bahwa telah dibentuk Kabinet Bayangan di bawah pimpinan Sultan Hamid II dari Pontianak, oleh karena itu dia harus merahasiakannya.
ertengahan Januari 1950, Menteri UNI dan Urusan Provinsi Seberang Lautan, Mr.J.H. van Maarseven berkunjung ke Indonesia untuk mempersiapkan pertemuan Uni Indonesia-Belanda yang akan diselenggarakan pada bulan Maret 1950. Hatta menyampaikan kepada Maarseven, bahwa dia telah memerintahkan kepolisian untuk menangkap Westerling.
Ketika berkunjung ke Belanda, Menteri Perekonomian RIS Juanda pada 20 Januari 1950 menyampaikan kepada Menteri Götzen, agar pasukan elit RST yang dipandang sebagai faktor risiko, secepatnya dievakuasi dari Indonesia. Sebelum itu, satu unit pasukan RST telah dievakuasi ke Ambon dan tiba di Ambon tanggal 17 Januari 1950. Pada 21 Januari Hirschfeld menyampaikan kepada Götzen bahwa Jenderal Buurman van Vreeden dan Menteri Pertahanan Belanda Schokking telah menggodok rencana untuk evakuasi pasukan RST.

Desersi

Pada 22 Januari pukul 21.00 dia telah menerima laporan, bahwa sejumlah anggota pasukan RST dengan persenjataan berat telah melakukan desersi dan meninggalkan tangsi militer di Batujajar.
Mayor KNIL G.H. Christian dan Kapten KNIL J.H.W. Nix melaporkan, bahwa kompi "Erik" yang berada di Kampemenstraat malam itu juga akan melakukan desersi dan bergabung dengan APRA untuk ikut dalam kudeta, namun dapat digagalkan oleh komandannya sendiri, Kapten G.H.O. de Witt. Engles segera membunyikan alarm besar. Dia mengontak Letnan Kolonel TNI Sadikin, Panglima Divisi Siliwangi. Engles juga melaporkan kejadian ini kepada Jenderal Buurman van Vreeden di Jakarta.
Antara pukul 8.00 dan 9.00 dia menerima kedatangan komandan RST Letkol Borghouts, yang sangat terpukul akibat desersi anggota pasukannya. Pukul 9.00 Engles menerima kunjungan Letkol Sadikin. Ketika dilakukan apel pasukan RST di Batujajar pada siang hari, ternyata 140 orang yang tidak hadir. Dari kamp di Purabaya dilaporkan, bahwa 190 tentara telah desersi, dan dari SOP di Cimahi dilaporkan, bahwa 12 tentara asal Ambon telah desersi.

Kudeta

Namun upaya mengevakuasi Reciment Speciaale Troepen, gabungan baret merah dan baret hijau terlambat dilakukan. Dari beberapa bekas anak buahnya, Westerling mendengar mengenai rencana tersebut, dan sebelum deportasi pasukan RST ke Belanda dimulai, pada 23 Januari 1950 Westerling melancarkan kudetanya. Subuh pukul 4.30, Letnan Kolonel KNIL T. Cassa menelepon Jenderal Engles dan melaporkan: "Satu pasukan kuat APRA bergerak melalui Jalan Pos Besar menuju Bandung."
Westerling dan anak buahnya menembak mati setiap anggota TNI yang mereka temukan di jalan. 94 anggota TNI tewas dalam pembantaian tersebut, termasuk Letnan Kolonel Lembong, sedangkan di pihak APRA, tak ada korban seorang pun.
Sementara Westerling memimpin penyerangan di Bandung, sejumlah anggota pasukan RST dipimpin oleh Sersan Meijer menuju Jakarta dengan maksud untuk menangkap Presiden Soekarno dan menduduki gedung-gedung pemerintahan. Namun dukungan dari pasukan KNIL lain dan TII (Tentara Islam Indonesia) yang diharapkan Westerling tidak muncul, sehingga serangan ke Jakarta gagal total.
Setelah puas melakukan pembantaian di Bandung, seluruh pasukan RST dan satuan-satuan yang mendukungnya kembali ke tangsi masing-masing. Westerling sendiri berangkat ke Jakarta, dan pada 24 Januari 1950 bertemu lagi dengan Sultan Hamid II di Hotel Des Indes. Hamid yang didampingi oleh sekretarisnya, dr. J. Kiers, melancarkan kritik pedas terhadap Westerling atas kegagalannya dan menyalahkan Westerling telah membuat kesalahan besar di Bandung. Tak ada perdebatan, dan sesaat kemudian Westerling pergi meninggalkan hotel.
Setelah itu terdengar berita bahwa Westerling merencanakan untuk mengulang tindakannya. Pada 25 Januari Hatta menyampaikan kepada Hirschfeld, bahwa Westerling, didukung oleh RST dan Darul Islam, akan menyerbu Jakarta. Engles juga menerima laporan, bahwa Westerling melakukan konsolidasi para pengikutnya di Garut, salah satu basis Darul Islam waktu itu.
Aksi militer yang dilancarkan oleh Westerling bersama APRA yang antara lain terdiri dari pasukan elit tentara Belanda, menjadi berita utama media massa di seluruh dunia. Hugh Laming, koresponden Kantor Berita Reuters yang pertama melansir pada 23 Januari 1950 dengan berita yang sensasional. Osmar White, jurnalis Australia dari Melbourne Sun memberitakan di halaman muka: "Suatu krisis dengan skala internasional telah melanda Asia Tenggara." Duta Besar Belanda di AS, van Kleffens melaporkan bahwa di mata orang Amerika, Belanda secara licik sekali lagi telah mengelabui Indonesia, dan serangan di Bandung dilakukan oleh "de zwarte hand van Nederland" (tangan hitam dari Belanda).


Pemberontakan Rakyat Maluku Selatan (RMS)

Pada 25 April 1950 RMS hampir/nyaris diproklamasikan oleh orang-orang bekas prajurit KNIL dan pro-Belanda yang di antaranya adalah Dr. Chr.R.S. Soumokil bekas jaksa agung Negara Indonesia Timur yang kemudian ditunjuk sebagai Presiden, Ir. J.A. Manusama dan J.H. Manuhutu.
Pemerintah Pusat yang mencoba menyelesaikan secara damai, mengirim tim yang diketuai Dr. J. Leimena sebagai misi perdamaian ke Ambon. Tapi kemudian, misi yang terdiri dari para politikus, pendeta, dokter dan wartawan, gagal dan pemerintah pusat memutuskan untuk menumpas RMS, lewat kekuatan senjata. Dibentuklah pasukan di bawah pimpinan Kolonel A.E. Kawilarang.
Pada 14 Juli 1950 Pasukan ekspedisi APRIS/TNI mulai menumpas pos-pos penting RMS. Sementara, RMS yang memusatkan kekuatannya di Pulau Seram dan Ambon, juga menguasai perairan laut Maluku Tengah, memblokade dan menghancurkan kapal-kapal pemerintah.
Pemberontakan ini berhasil digagalkan secara tuntas pada bulan November 1950, sementara para pemimpin RMS mengasingkan diri ke Belanda. Pada 1951 sekitar 4.000 orang Maluku Selatan, tentara KNIL beserta keluarganya (jumlah keseluruhannya sekitar 12.500 orang), mengungsi ke Belanda, yang saat itu diyakini hanya untuk sementara saja.
RMS di Belanda lalu menjadi pemerintahan di pengasingan. Pada 29 Juni 2007 beberapa pemuda Maluku mengibarkan bendera RMS di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhono pada hari keluarga nasional di Ambon. Pada 24 April 2008 John Watilette perdana menteri pemerintahan RMS di pengasingan Belanda berpendapat bahwa mendirikan republik merupakan sebuah mimpi di siang hari bolong dalam peringatan 58 tahun proklamasi kemerdekaan RMS yang dimuat pada harian Algemeen Dagblad yang menurunkan tulisan tentang antipati terhadap Jakarta menguat. Tujuan politik RMS sudah berlalu seiring dengan melemahnya keingingan memperjuangkan RMS ditambah tidak adanya donatur yang bersedia menyisihkan dananya, kini hubungan dengan Maluku hanya menyangkut soal sosial ekonomi. Perdana menteri RMS (bermimpi) tidak menutup kemungkinan Maluku akan menjadi daerah otonomi seperti Aceh Kendati tetap menekankan tujuan utama adalah meraih kemerdekaan penuh.

Pemimpin

Pemimpin pertama RMS dalam pengasingan di Belanda adalah Prof. Johan Manusama, pemimpin kedua Frans Tutuhatunewa turun pada tanggal 25 april 2009. Kini John Wattilete adalah pemimpin RMS pengasingan di Belanda.
Dr. Soumokil mengasingkan diri ke Pulau Seram. Ia ditangkap di Seram pada 2 Desember 1962, dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan militer, dan dilaksanakan di Kepulauan Seribu, Jakarta, pada 12 April 1966.

Dukungan

Mayoritas penduduk Maluku pada saat RMS didirikan beragama Islam dan Kristen secara berimbang, Namun dengan adanya budaya "Pela Gandong", dapatlah dikatakan bahwa di Kepulauan Maluku, seluruh lapisan dan segenap Masyarakat Maluku bersatu secara kekeluargaan, baik ber-agama Kristen, Islam, maupun agama Hindu dan Budha, semuanya bersatu. Demikian saat itu RMS berbeda dengan sekarang, sudah banyak pendatang-pendatang baru dari daerah Sulawesi Selatan, Tengah, Tenggara, Jawa Madura maupun daerah lainnya di Indonesia. sehingga hanya sekelompok kecil lah masyarakat yang mempunyai hubungan keluarga dengan para pengungsi RMS di Belanda yang terus memberikan dukungan, sedangkan mayoritas masyarakat Maluku kontemporer melihat peristiwa pemberontakan RMS sebagai masa lalu yang suram dan ancaman bagi perkembangan kedamaian dan keharmonisan serta upaya pemulihan setelah perisitiwa kerusuhan Ambon.

RMS di Belanda

Oleh karena kemerdekaan RMS yang di Proklamirkan oleh sebagian besar rakyat Maluku, pada tanggal 24 April 1950 di kota Ambon, ditentang oleh Pemerintah RI dibawah pimpinan Sukarno - Hatta, maka Pemerintah RI meng-ultimatum semua para aktifis RMS yang memproklamirkan berdirinya Republik Maluku Selatan untuk menyerahkan diri kepadda pemerintah RI, sehingga semua aktifis RMS itu ditangkapi oleh Pasukan2 Militer yang dikirim dari Pulau Jawa.
Karena adanya penangkapan yang dilakukan oleh militer Pemerintah RI, maka para pimpinan teras RMS tersebut, ber-inisiatif untuk menghindar sementara ke Negeri Belanda, kepindahan para pimpinan RMS ini mendapat bantuan sepenuhnya dari Pemerintah Belanda pada saat itu. Dengan adanya kesediaan bantuan dari Pemerintah Belanda untuk mengangkut sebagian besar rakyat Maluku dengan biaya sepenuhnya dari Pemerintah Belanda, maka sebagian besar rakyat di Maluku yang beragama kristen, memilih dengan kehendaknya sendiri untuk pindah ke Negeri Belanda. Pada waktu itu, Ada lebih dari 15.000 rakyat Maluku yang memilih pindah ke negeri Belanda.
Pindahnya sebagian rakyat maluku ini, oleh Pemerintahan Sukarno-Hatta, diissukan sebagai "PENGUNGSIAN PARA PENDUKUNG RMS", lalu dengan dalih pemberontakan, pemerintah RI menangkapi para Menteri RMS dan para aktifisnya, lalu mereka dipanjarakan dan diadili oleh pengadilan militer RI, dengan hukuman berat bahkan dieksekusi Mati.
Di Belanda, Pemerintah RMS tetap menjalankan semua kebijakan Pemerintahan, seperti Sosial, Politik, Keamanan dan Luar Negeri. Komunikasi antara Pemerintah RMS di Belanda dengan para Menteri dan para Birokrat di Ambon berjalan lancar terkendali. Keadaan ini membuat pemerintahan Sukarno tkdak bisa berpangku tangan menyaksikan semua aktivitas rakyat Maluku, sehingga dikeluarkanlah perintah untuk menangkap seluruh pimpinan dengan semua jajarannya, sehingga pada akhirnya dinyatakanlah bahwa Pemerintah RMS yang berada di Belanda sebagai Pemerintah RMS dalam pengasingan Dengan bekal dokumentasi dan bukti perjuangan RMS, para pendukung RMS membentuk apa yang disebut Pemerintahan RMS di pengasingan.
Pemerintah Belanda mendukung kemerdekaan RMS, Namun di tahun 1978 terjadi peristiwa Wassenaar, dimana beberapa elemen pemerintahan RMS melakukan serangan kepada Pemerintah Belanda sebagai protes terhadap kebijakan Pemerintah Belanda. Oleh Press di Belanda dikatakanlah peristiwa itu sebagai teror yang dilakukan para aktifis RMS di Belanda. Ada yang mengatakan serangan ini disebabkan karena pemerintah Belanda menarik dukungan mereka terhadap RMS. Ada lagi yang menyatakan serangan teror ini dilakukan karena pendukung RMS frustasi, karena Belanda tidak dengan sepenuh hati memberikan dukungan sejak mula. Di antara kegiatan yang di lansir Press Belanda sabagai teror, adalah ketika di tahun 1978 kelompok RMS menyandera 70 warga sipil di gedung pemerintah Belanda di Assen-Wassenaar.
Selama tahun 70an, teror seperti ini dilakukan juga oleh beberapa kelompok sempalan RMS, seperti kelompok Komando Bunuh Diri Maluku Selatan yang dipercaya merupakan nama lain (atau setidaknya sekutu dekat) Pemuda Maluku Selatan Merdeka. Kelompok ini merebut sebuah kereta api dan menyandera 38 penumpangnya di tahun 1975. Ada juga kelompok sempalan yang tidak dikenal yang pada tahun 1977 menyandera 100 orang di sebuah sekolah dan di saat yang sama juga menyandera 50 orang di sebuah kereta api.
Sejak tahun 80an hingga sekarang aktivitas teror seperti itu tidak pernah dilakukan lagi.

Kerusuhan

Pada saat Kerusuhan Ambon yang terjadi antara 1999-2004, RMS kembali mencoba memakai kesempatan untuk menggalang dukungan dengan upaya-upaya provokasi, dan bertindak dengan mengatas-namakan rakyat Maluku. Beberapa aktivis RMS telah ditangkap dan diadili atas tuduhan kegiatan-kegiatan teror yang dilakukan dalam masa itu, walaupun sampai sekarang tidak ada penjelasan resmi mengenai sebab dan aktor dibalik kerusuhan Ambon.
Pada tanggal 29 Juni 2007, beberapa elemen aktivis RMS berhasil menyusup masuk ke tengah upacara Hari Keluarga Nasional yang dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, para pejabat dan tamu asing. Mereka menari tarian Cakalele seusai Gubernur Maluku menyampaikan sambutan. Para hadirin mengira tarian itu bagian dari upacara meskipun sebenarnya tidak ada dalam jadwal. Mulanya aparat membiarkan saja aksi ini, namun tiba-tiba para penari itu mengibarkan bendera RMS. Barulah aparat keamanan tersadar dan mengusir para penari keluar arena. Di luar arena para penari itu ditangkapi. Sebagian yang mencoba melarikan diri dipukuli untuk dilumpuhkan oleh aparat. Pada saat ini (30 Juni 2007) insiden ini sedang diselidiki. Beberapa hasil investigasi menunjukkan bahwa RMS masih eksis dan mempunyai Presiden Transisi bernama Simon Saiya. Beberapa elemen RMS yang dianggap penting ditahan di kantor Densus 88 Anti Teror

Popular