Well. Hello para pembaca setia (nyadar sih kalo seandainya
juga gaada). Begini, aku sekarang udah jadi mahasiswi loh. Kalo tiap pergi
ditanya mau kemana , jawabannya keren banget! “Ngampus”
Aku adalah mahasiswi FKIP Bahasa Inggris Universitas
Sriwijaya, dan aku cukup bahagia. Eh iya sekedar berbagi pengalaman ya…
Akhir-akhir ini jalur indah yang kami (mahasiswa/I Unsri) sering lewati macet
loh. Dan tau gak siapa yang paling menderita? Si empunya (maaf) pantat. Duduk
di dalem bus selama tigajam itu menguras kebahagiaan. Bahkan lebih terkuras
kalo dibandingin sama kedatangan Dementor yang katanya membuat semua kebahagiaan
hilang. DUDUK SELAMA 3 JAM DI BIS LAYO ITU LEBIH MENGURAS KEBAHAGIAAN.
Tapi, kalo aku sih dibawa enjoy ajah. Dengerin music sambil
merem paling efektif buat menghabiskan waktu di sela-sela kemacetan yang
mempesona (baca: membahayakan). Tapi aku sering gatau juga sih apakah saat aku
jafi penumpang itu keadaan jalan seperti apa, tidur sih soalnya. Jalur harian kami
(mahasiswa/I Unsri) adalah jalur dimana truk dan bus antar provinsi antar kota
melintas. Tak jarang kecelakaan sering terjadi, sesopir (sopir-sopir) mobil
gede itu semua saling berlomba mendahului mobil gede di depannya yang dianggap
mengganggu kecepatan dalam memenuhi waktu yang seharusnya mesti bijak
digunakan. Yah, bus LAYO pun demikian. Pertama jadi penumpang adalah saat-saat
menegangkan, jantung jadi korban, bayangan bus bakal miring dan terguling
kemudian menggelinding mesti kepikiran tiap kali pak sopir pengendara bus layo “memotong”
truk atau puso yang ada didepannya.
Disaat itulah, ketika bus yang aku naiki hampir menyerempet
truk lain di jalur kanan, Allah Allah
Allah rasanya itu kayak bus yang kita naikin hampir tabrakan. Rasanya itu
menegangkan, kayak kita hampir jadi korban kecelakaan di jalur perbatasan kota.
RASANYA ITU…..
Oke, cerita soal yang lain yuk huahuhauhuahauaha. Begini,
aku pengin banget dapet beasiswa, aku berusaha, aku mencoba, dan aku harus
bisa. Harapanku sih, predikat mahasiswa berprestasi bisa melekat dalem diri
aku. Aku tau , aku pinter kok (er…) tapi aku gak boleh sombong. Aku tau aku
hebat, tapi sekali lagi aku gak boleh sombong. Gimana sih rasanya jadi
mahasiswa yang aktif berorganisasi? Menyenangkan? Melelahkan? Indah kah? Aku
gatau. Tapi, aku punya kesempatan untuk mencoba!
Banyak kegiatan kemahasiswaan yang pengin aku ikuti, tapi
nasihat orangtua sih “FOKUS”. Aku dilemma , antara jadi pribadi yang diterima
dalam masyarakat atau mendapat beasiswa ,lulus dengan predikat cumlaude dan
cepet dapet PEKERJAAN. Nah, hal terakhir itu juga sumber dilemma.
JADI APA YANG HARUS AKU LAKUKAN???????
zap