December 01, 2012

Cerita Anak Kampus



Well. Hello para pembaca setia (nyadar sih kalo seandainya juga gaada). Begini, aku sekarang udah jadi mahasiswi loh. Kalo tiap pergi ditanya mau kemana , jawabannya keren banget! “Ngampus”

Aku adalah mahasiswi FKIP Bahasa Inggris Universitas Sriwijaya, dan aku cukup bahagia. Eh iya sekedar berbagi pengalaman ya… Akhir-akhir ini jalur indah yang kami (mahasiswa/I Unsri) sering lewati macet loh. Dan tau gak siapa yang paling menderita? Si empunya (maaf) pantat. Duduk di dalem bus selama tigajam itu menguras kebahagiaan. Bahkan lebih terkuras kalo dibandingin sama kedatangan Dementor yang katanya membuat semua kebahagiaan hilang. DUDUK SELAMA 3 JAM DI BIS LAYO ITU LEBIH MENGURAS KEBAHAGIAAN.
Tapi, kalo aku sih dibawa enjoy ajah. Dengerin music sambil merem paling efektif buat menghabiskan waktu di sela-sela kemacetan yang mempesona (baca: membahayakan). Tapi aku sering gatau juga sih apakah saat aku jafi penumpang itu keadaan jalan seperti apa, tidur sih soalnya. Jalur harian kami (mahasiswa/I Unsri) adalah jalur dimana truk dan bus antar provinsi antar kota melintas. Tak jarang kecelakaan sering terjadi, sesopir (sopir-sopir) mobil gede itu semua saling berlomba mendahului mobil gede di depannya yang dianggap mengganggu kecepatan dalam memenuhi waktu yang seharusnya mesti bijak digunakan. Yah, bus LAYO pun demikian. Pertama jadi penumpang adalah saat-saat menegangkan, jantung jadi korban, bayangan bus bakal miring dan terguling kemudian menggelinding mesti kepikiran tiap kali pak sopir pengendara bus layo “memotong” truk atau puso yang ada didepannya.

Disaat itulah, ketika bus yang aku naiki hampir menyerempet truk lain di jalur kanan, Allah  Allah Allah rasanya itu kayak bus yang kita naikin hampir tabrakan. Rasanya itu menegangkan, kayak kita hampir jadi korban kecelakaan di jalur perbatasan kota. RASANYA ITU…..

Oke, cerita soal yang lain yuk huahuhauhuahauaha. Begini, aku pengin banget dapet beasiswa, aku berusaha, aku mencoba, dan aku harus bisa. Harapanku sih, predikat mahasiswa berprestasi bisa melekat dalem diri aku. Aku tau , aku pinter kok (er…) tapi aku gak boleh sombong. Aku tau aku hebat, tapi sekali lagi aku gak boleh sombong. Gimana sih rasanya jadi mahasiswa yang aktif berorganisasi? Menyenangkan? Melelahkan? Indah kah? Aku gatau. Tapi, aku punya kesempatan untuk mencoba!

Banyak kegiatan kemahasiswaan yang pengin aku ikuti, tapi nasihat orangtua sih “FOKUS”. Aku dilemma , antara jadi pribadi yang diterima dalam masyarakat atau mendapat beasiswa ,lulus dengan predikat cumlaude dan cepet dapet PEKERJAAN. Nah, hal terakhir itu juga sumber dilemma.

JADI APA YANG HARUS AKU LAKUKAN???????


zap

0 comments:

Post a Comment

Popular