April 05, 2012

Persembahan manis dariku untukmu

MENUJU SATU


Ketika malam terselubung merah
Ketika pekat mengalir deras
Siluet pendar menjangkit dunia
Kesanggupan menyerogoh durja
Hempas banting menyiksa
Hening sepi gelap
Pekat malam merongrongku
Gelap bahkan berbulan
Aku , gelap
Aku ingin matahari
Yang berikan rumput toska kehidupan
Terangkan semesta bersama tekad api di dada

Aku tak mampu menuliskan nila setitik pun
Bahkan susu sebelanga jauh dari kepalan
Keindahan tak bisa dipecah dengan kemampuan berkata

Nikmati saja , jalani
yang ada , kelak baik akhirnya

Tapi, baik saja tidak memberi warna
Buruk juga harus ada
Seperti pintar dan bodoh
Seperti Membunuh dan Membela
Seperti surga dan neraka
Seperti Malaikat dan iblis
Musuh, rival, buruk hal
Tak pernah terpisah dari hidup setiap kamu
Hitam memang bukan lawan putih
Tapi, dua warna jika bercampur sesuatu pasti terjadi Tempatkan dirimu
Hitamkah? Atau putih?
Hitam, bukan berarti jahat
Putih, bukan berarti bersih
Campurankah? Abu abu?
Memilih abu abu, kesalahan besar dalam menjejak
Mampatkan hati, berteguh jiwa, solidkan mental
Masa datang harus bisa dihadapi dengan tenang
Meluluhlah pada kekerasan hati
Luruskanlah sab kepemimpinan
Ambil apa yang kau inginkan
Ambillah dan petik, berikan yang paling manis
Meski harus terjaduh diawal
Capai puncak dari kejatuhan


Diatas gatau ya apaan. Tapi Yang penting, itu tentang sebuah tujuan.... Aku ingin berkonsisten dalam mencapai tujuan masa depan dunia. STAN, akan jadi tempat awalku menjarumi kain sulam yang selama ini belum jelas bentknya..... Aku harus bisa mencapai STAN. Aku ingin memberikan orangtuaku buah yang manis dari kejatuhanku yg belum kuhadapi.... Aku harus memberi buah manis...
 
Sincerely,
Fitriah Tasykirah
Mahasiswa STAN (angkatan --)


0 comments:

Post a Comment

Popular