Sebenarnya,
apa sih arti sahabat itu?
Aku belum
menemukan sahabat yang sesungguhnya. Teman dekat? Iya aku punya.
Aku punya
mereka, yang ada disaat aku gak mampu melakukan sesuatu, mereka membantuku.
Tapi, sahabat? Aku belum menemukan mereka. Mereka yang menghargaiku, yang
mengerti aku, yang tidak mengolokku.
Aku pikir,
sahabat itu teman, yang kalau kalian bercanda, takkan terasa sakit, takkan
menusuk, telah melakukan apapun. Tapi, aku salah.
Tentang
teman dekat, aku benar-benar berbeda dibanding mereka. Mereka adalah para
ekstrovert yang melek kenyataan. Aku? Cuma introvert yang memiliki pemikiran
sempit, tidak nyata, lambat berpikir, tidak berguna. Rasanya sakit. Aku bukan
seperti kalian, aku akan dengan mudah tersinggung pada sesuatu yang kalian anggap
remeh. Kalian mungkin tidak tahu, aku memang diam saja. Tapi rasanya sakit,
asal kalian tau saja.
Aku tidak
bisa menyampaikan perasaanku pada kalian, aku takut akan dicerca, aku bukan
muka tembok. Aku berusaha jadi tembok, tapi tembokku rapuh. Aku bukan apa-apa
dibanding kalian, yang mudah berbicara, mudah berteman, mudah berinteraksi. Aku
hanya background, hanya latar belakang, hanya orang dibalik layar yang bertugas
membersihkan panggung kalian. Selama ini aku bersedia, menjadi salah satu dari
kalian. Tapi, entahlah, saat ini aku lelah. Aku capek. Kalian temanku, aku
sayang kalian semua, mungkin kehidupan kampusku akan berbeda tanpa kalian.
Apakah kalian benar-benar menganggapku teman? Aku takut menanyakan kalian
tentang kepastianku sebagai teman kalian. Aku senang berada di dekat kalian.
Aku tidak suka dikasihani. Jadi tolong berhenti mengasihaniku. Kalian
akhir-akhir ini kelewatan. Aku ingin sendiri. Aku terbiasa sendiri. Hidupku
tidak sama seperti kalian, yang dikelilingi orang banyak.
Aku ingin maju,
aku ingin kita sukses sama-sama. Tapi, aku tidak tahu kalian mau jadi apa.
Aku masih bingung, apa sih teman itu sebenarnya? Entahlah.
Walaupun aku sudah berumur 21 tahun, aku masih bingung dengan teman, berteman, bersama, sedih, marah, bicara serius, itu semua yang seperti apa?
Aku selalu menginginkan teman yang seperti mereka, bebas bicara apapun, tidak perlu keberatan dengan apapun, bersikap biasa tanpa jarak, tapi semakin lama, mereka melewati batas. Atau aku yang tidak terbiasa? Aku memang tidak banyak bicara dengan orang baru, bingung mau membicarakan apa dan takut menyinggung perasaan. Aku selalu iri dengan mereka yang mudah sekali berbicara, kenapa bisa begitu? Aku terlalu malu untuk memulai percakapan. Bagaimana kalau lawan bicaraku menganggapku aneh? Bagaimana kalau aku nanti dijauhi? Bagaimana kalau timbul pembicaraan yang tidak seharusnya?
Sebenarnya, teman itu apa sih? Sahabat itu apa?
Aku selalu ingin punya teman yang tak terlalu memikirkan apakah menyinggung perasaan atau tidak, aku ingin punya yang seperti itu, aku ingin sampai ke tahap itu, tapi selalu saja, aku terjatuh. Ada dinding yang tinggi dan tebal. Hah....

0 comments:
Post a Comment